Siang ini saya kembali menelusuri jalan kaca. Tempat dimana kami memulai pelayanan Cross Project (CPM). Namun kini yang kami temukan adalah puing-puing bangunan yang telah rata dengan tanah. Kami berusaha mengenali rumah kontrakan Ibu Ira, tempat yang dipakai untuk bimbingan belajar dari Diakonia GKY Sunter, juga tempat kami berkumpul, menemui ibu-ibu. Hampir-hampir tidak percaya pada apa yang saya lihat. Berusaha mengingat rumah-rumah yang dulu berdiri tegak disana dan yang kini hanya tinggal reruntuhannya saja. Hari ini Eliot mengabadikan banyak hal dalam di kameranya.
Mungkin ada banyak hal yang tidak dapat kami jawab dalam hati. Mengapakah semua harus terjadi? Memang tidak dapat disangkali, mereka juga salah karena membangun rumah diatas tanah pemerintah. Tapi juga tidak tega melihat hasil jerih lelah mereka kini hanyalah reruntuhan.
Namun kami bisa melihat semangat mereka untuk bertahan. Life must go on. Bukankah Tuhan juga memelihara hidup mereka? Kami pergi ke tempat kontrakan baru Ibu Ira. Sebuah rumah kecil di lingkungan kumuh. Mungkin karena sudah berkali-kali memasuki daerah itu, rasanya saya sudah tidak lagi terasing dan mulai bisa terbiasa dan tersenyum menyapa penduduk setempat.
Kami tahu ada banyak orang yang jauh lebih tidak beruntung. Mengapa kita bisa memiliki rumah yang nyaman, besar di lingkungan kompleks yang bersih, dan mendapatkan gizi yang pendidikan yang terbaik. Saya yakin itu bukan hanya untuk dinikmati dan disyukuri. Jauh daripada itu, sesungguhnya ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Bukankah itu semua juga adalah seperti talenta yang Tuhan percayakan kepada kita? Sudah seharusnya kita pakai juga untuk kemuliaan Dia dan untuk menjadi berkat bagi orang-orang disekeliling kita.
Terkadang orang dapat merasakan kasih Tuhan justru melalui uluran tangan kita. meskipun ada orang yang tidak berterima kasih, tetapi biarkan kita tetap melakukan semua itu, bukan hanya untuk mereka, tetapi juga untuk Tuhan. Bukankah apapun yang kita perbuat bagi orang terkecil, kita telah melakukannya untuk Tuhan?
Dalam pelayanan CPM ini, saya melihat banyak sekali Tuhan bekerja. Semakin yakin pelayanan ini ada milik Tuhan, yang Tuhan pelihara dan kembangkan. Jujur ada banyak perkembangan yang diluar dugaan. Sering kali saya kaget mendengar berita-berita yang ada. Mulai dari penggusuran jalan kaca, tapi ajaibnya CPM bisa terus berjalan. lalu bagaimana Tuhan juga kirimkan seorang sahabat, Ester yang begitu semangatnya menjalankan pelayanan ini, sehingga pelayanan CPM telah berkembang ke daerah cikarang, bekasi. Lalu tentang pesanan untuk souvenir Natal yang ada.
Tuhan, saya hanya bisa berkata, I’m amazed to see the work of Your hand. Terkadang saya merasa malu, karena jujur saya merasa tidak mengerjakan banyak hal, tapi saya tahu, minimal kehadiran dan dukungan yang tak seberapa ini, juga berarti. Saya benar-benar menyadari, bukan karena kuat gagah kami, bukan karena kepintaran kami, tapi sungguh “it’s because God alone“. Teringat akan buku purpose driven life, Rick Warren mengatakan ” Tuhan yang menciptakan gelombang, dan berselancarlah diatasnya” itulah yang saya rasakan. Tuhan yang membuka jalan, Tuhan yang membuat banyak hal yang mengagumkan, kami hanya berselancar diatasnya, mengikuti pimpinan Tuhan.
Tahun depan, krisis global membayangi. Jujur kami tidak tahu akan seperti apakah nanti?. Tapi kami hanya punya iman. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Pasti akan ada jalan. Rindu pelayanan ini berkembang, membuat mereka bisa mandiri, rindu semakin banyak anak-anak diberkati. Jika Tuhan mengijinkan, CPM juga akan membuka taman bacaan di daerah kumuh. Mimpikah? Bukankah CPM awalnya juga hanya sebuah mimpi yang kemudian menjadi kenyataakn?
Bapa, malam ini saya hanya bisa bersyukur untuk banyak hal. Bersyukur Kau percayakan pada kami pelayanan ini, dimana kami semakin belajar dan dibentuk, dimana kami telah Kau tunjukan karya tangan-Mu. Bersyukur untuk setiap rekan pelayanan yang Kau berikan dimana kami bisa melayani bersama. Bersyukur untuk para pembeli yang Engkau gerakan. Bersyukur untuk hal-hal yang tidak terduga yang Engkau berikan.
Ini kami Tuhan, dengan segala keterbatasan kami, dengan setiap kesempatan, waktu, dan talenta yang Kau percayakan kepada kami, yang tidak mungkin cukup untuk melakukan banyak hal, namun ketika kami serahkan kepada-Mu dan mengijinkan Engkau yang berkarya, kami hanya bisa mengagumi keajaiban karya-Mu. dan kami bersyukur untuk anugrah yang Kau berikan. Amin



